viagra pas cher

Sepakung dan Kelurahan Tambakboyo kandidat Juara

Desa Sepakung dan Kelurahan Tambakboyo menjadi kandidat penilaian Evaluasi Perkembangan Desa da Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016, adapun sesuai dengan Berita Harian Sindo tanggal 25 Mei 2016, Dua wilayah di Kabupaten Semarang, yakni Desa Sepakung, Kecamatan Ba nyubiru dan Kelurahan Tam bakboyo, Kecamatan Amba ra wa masuk dalam nominasi penilaian desa/kelurahan ter baik se-Jawa Tengah (Ja - teng).  

Bu kan hal mudah dan butuh ko mitmen kuat untuk mengubah wilayah yang semula dikenal sebagai daerah miskin menjadi wilayah mandiri secara ekonomi maupun pelayanan masyarakatnya. “Desa Sepakung dan Ke lu - rahan Tambakboyo masuk enam besar terbaik di lomba de sa dan kelurahan tingkat Ja - teng. 


Capaian ini tentu sangat luar biasa dan hasil kerja keras semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat setempat mengingat dua wilayah tersebut dulunya merupakan daerah tertinggal, miskin dan mi nim fasilitas infrastruktur,” kata Kepala Badan Pember da - yaan Masyarakat Desa (Baper - masdes) Kabupaten Semarang Yoseph Bambang Trihardjono kemarin. 

Masuknya Sepakung dan Tambakboyo dalam nominasi desa/kelurahan terbaik se-Ja - teng ini diambil setelah tim dari Pemprov melakukan penilaian di 29 kabupaten dan enam kota. Ada 11 poin yang jadi da - sar penilaian desa/kelurahan masuk kategori terbaik di pemberdayaan masyarakatnya. 

Yak ni dari sisi pe merintahan, egovernment, inovasi, adat istiadat, kelembagaan di desa dan kelurahan, kesehatan, PKK, trantib, siaga bencana, pendidikan dan partisipasi masyarakat. 

“Penilaian final akan dilakukan pada Kamis (26/5) be - sok, di mana tim penilai akan turun langsung ke Sepakung dan Tambakboyo melihat kondisi riil dan melakukan wawancara,” kata Yoseph. Sekdes Sepakung Suharno mengakui wilayah desanya dulu dikenal sebagai wilayah miskin dan minim infrastruktur. 

“Du lu, di kisaran tahun 90- an, Se pakung merupakan wilayah miskin, tidak ada geliat ekonomi masyarakatnya,” ucap - nya. Kondisi tak jauh beda juga terjadi di Tambakboyo. Geliat pembangunan dan ekonomi masyarakat mengalami me - tamorfosis cukup pesat. 

Pada 1993, masyarakat setempat hanya mengandalkan kehidupan dari pertanian tradisional. “Tidak mengenal pola ta - nam yang baik, belum ada pe - ngetahuan tentang cuaca, ha - nya mengandalkan kebiasaan. 

Me lalui pelatihan-pelatihan pertanian modern yang diberikan lewat kelompok tani pada akhir nya membuat Tambak - boyo ma ju dan menjadi salah satu wilayah sentra penghasil beras di Kabupaten Sema - rang,” papar Camat Ambarawa Haris Pra setyo.